Palangka Raya, 3 Maret 2026 – Universitas Palangka Raya (UPR) kembali menegaskan komitmennya dalam kancah akademik internasional melalui penyelenggaraan “The 6th International Project Based Learning (IPBL) Program 2026”. Kegiatan yang berlangsung pada 22 – 28 Februari 2026 ini merupakan wujud nyata implementasi kerja sama strategis antara UPR dengan Osaka Institute of Technology (OIT), Jepang.



Acara ini dibuka secara resmi oleh Rektor UPR yang diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Ibu Dr. Natalina Asi, M.A. Dalam sambutannya, Rektor UPR menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap konsistensi program ini. Beliau menekankan bahwa kegiatan IPBL Program 2026 yang ke-6 ini memiliki empat pilar tujuan utama, yakni:
- Global Problem Solving: Mendorong mahasiswa mencari solusi atas permasalahan global.
- Soft Skills & Kolaborasi: Mengasah kemampuan komunikasi dan kerja sama lintas negara.
- Pertukaran Budaya dan Teknologi: Sinkronisasi pengetahuan teknis dan pemahaman budaya antar-bangsa.
- Networking: Memperkuat jejaring akademik antara dosen dan mahasiswa dari kedua universitas.
Hendrik Segah, Ph.D., selaku Koordinator Acara, menjelaskan bahwa program tahun ini dirancang secara komprehensif. Tidak hanya terbatas pada diskusi di dalam ruang kelas, para peserta juga terjun langsung ke lapangan untuk melakukan observasi dan penelitian teknis lapangan.
“Kegiatan 6th IPBL Program 2026 ini bersifat interaktif. Kami mengajak peserta mengunjungi lokasi-lokasi strategis seperti Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Tumbang Nusa, Laboratorium Alam Hutan Gambut (LAHG) CIMTROP UPR Sebangau, hingga Hutan Kota Nyaru Menteng,” ujar Hendrik Segah.
Pada edisi keenam ini, terdapat dua tema sentral yang menjadi fokus/thema lapangan mahasiswa OIT dan UPR, yakni:
- Sampling of Microalgae in Tropical Peatlands: Penelitian mengenai mikroalga di lahan gambut tropis.
- Brief Study of Burned Area in Central Kalimantan: Studi singkat mengenai area bekas terbakar di Kalimantan Tengah.
Program ini diikuti oleh delegasi dari Jepang yang terdiri dari 6 orang mahasiswa OIT di bawah bimbingan Prof. Naru Takayama, serta 6 orang mahasiswa UPR yang terpilih dari berbagai fakultas. Kolaborasi ini diharapkan dapat menghasilkan output akademik yang bermanfaat bagi pelestarian lingkungan, khususnya di ekosistem gambut, sekaligus mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan Jepang di bidang pendidikan tinggi khususnya kepada para genarasi muda ini.




Para peserta mahasiswa dari OIT juga mendapat kesempatan pengalaman berinteraksi dengan keluarga civitas akademika UPR, yakni menginap di rumah dosen dan staf UPR selama kegiatan berlangsung (home-stay). Hal ini akan sangat bermanfaat bagi mahasiswa yang bersangkutan, maupun keluarga Indonesia.


