Tokyo, Japan, 1 April 2026. Dalam upaya memperluas jejaring internasional dan meningkatkan kualitas riset berbasis lingkungan, Rektor Universitas Palangka Raya (UPR), Prof. Dr. Ir. Salampak, M.S., IPU, melakukan kunjungan kerja resmi ke Tokyo University of Agriculture (Tokyo NODAI), Jepang, pada tanggal 23-27 Maret 2026. Kunjungan ini merupakan langkah konkret UPR dalam mengimplementasikan visi menuju World Class University, khususnya dalam bidang pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan tropis. Rektor UPR yang didampingi oleh Dekan FEB (Dr. Sunaryo Neneng, S.E., M.P), Direktur PPIIG UPR (Hendrik Segah, S.Hut., M.Si., Ph.D., IPU) dan Koordinator Legal UPR (Dr. Kiki Kristianto, S.H., M.H), mengikuti serangkaian agenda intensif yang menitikberatkan pada pengembangan inovasi akademik dan riset kolaboratif.


Fokus pada Inovasi Lingkungan dan Sains Regional
Rangkaian kegiatan diawali dengan pertemuan mendalam bersama Center for Global Initiatives serta jajaran pimpinan Faculty of Regional Environment Science Tokyo NODAI. Diskusi tersebut mengeksplorasi integrasi teknologi mutakhir dalam memecahkan isu-isu lingkungan di tingkat regional maupun global. Selain itu, delegasi UPR berkesempatan meninjau langsung berbagai fasilitas kampus dan laboratorium unggulan yang dimiliki oleh Tokyo NODAI untuk melihat potensi adaptasi teknologi di Indonesia.
Memaparkan Keunggulan Ekosistem Gambut
Rektor Universitas Palangka Raya (UPR), Prof. Salampak juga memenuhi undangan resmi dari Tokyo University of Agriculture dalam rangka menghadiri kegiatan akademik internasional, serta forum ilmiah Science Café yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Lingkungan Regional Tokyo University of Agriculture (Tokyo NODAI) pada tanggal 25 Maret 2026.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya penguatan kerja sama internasional di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, khususnya terkait isu strategis pengelolaan lingkungan dan lahan gambut. Rektor UPR dan Direktur Pusat Pengembangan IPTEK dan Inovasi Gambut (PPIIG) UPR memaparkan Pola Ilmiah Pokok (PIP) UPR yang berfokus pada pengembangan ilmu pengetahuan di wilayah lahan basah dan gambut. Rektor UPR juga mengenalkan berbagai fasilitas riset strategis yang menjadi daya tarik peneliti dunia, termasuk Laboratorium Alam Hutan Gambut (LAHG) Sebangau dan peran PPIIG dalam inovasi restorasi gambut. Berbagai program internasional yang telah berjalan di UPR menjadi bukti kesiapan universitas ini sebagai mitra riset global.

Selain itu, kegiatan Science Café juga menghadirkan akademisi dari Tokyo University of Agriculture dikoordinir oleh Prof. Sawahiko Shimada yang menyampaikan hasil-hasil penelitian di bidang kehutanan tropis, nutrisi tanah, pemanfaatan teknologi penginderaan jauh untuk analisis pertanian, serta estimasi cadangan karbon pada ekosistem lahan gambut. Undangan kepada Rektor UPR merupakan bentuk apresiasi sekaligus pengakuan atas peran aktif UPR dalam pengembangan riset dan inovasi, khususnya di bidang lingkungan hidup dan lahan gambut.
Kehadiran ini juga menjadi langkah strategis dalam memperluas jejaring kerja sama internasional antara UPR dan Tokyo University of Agriculture. Melalui partisipasi dalam kegiatan ini, diharapkan terjalin kolaborasi yang lebih erat dalam pengembangan riset bersama, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta kontribusi nyata dalam menjawab tantangan global di bidang lingkungan dan perubahan iklim.

Pertemuan Puncak dengan Presiden Tokyo NODAI
Sebagai penutup rangkaian kunjungan, Rektor UPR diterima secara resmi oleh Presiden Tokyo NODAI, Prof. Fumio Eguchi. Pertemuan bersejarah ini menghasilkan komitmen kuat untuk mempererat kerja sama di masa depan yang mencakup beberapa poin strategis:
- Kolaborasi Riset Terpadu: Fokus pada pengelolaan lingkungan dan ketahanan pangan.
- Pengembangan SDM: Program pertukaran staf pengajar dan mahasiswa (Student & Staff Exchange).
- Pendidikan dan Pelatihan: Penyelenggaraan workshop teknis serta program sertifikasi bersama.
“Kunjungan ini bukan sekadar seremonial, melainkan jembatan bagi UPR untuk membawa kearifan lokal Kalimantan, khususnya ekosistem gambut, ke panggung sains global melalui kemitraan strategis dengan institusi ternama seperti Tokyo NODAI,” ujar Prof. Salampak. Dengan kemitraan ini, Universitas Palangka Raya optimis dapat melahirkan inovasi-inovasi baru yang bermanfaat bagi masyarakat luas serta memperkuat posisi Indonesia dalam diskursus lingkungan internasional.


