Palangka Raya, 8 Januari 2026 – Pusat Pengembangan IPTEK dan Inovasi Gambut (PPIIG) Universitas Palangka Raya (UPR) terus memperkuat posisinya sebagai pusat riset unggulan melalui optimalisasi alat laboratorium canggih. Salah satu instrumen vital yang kini menjadi tulang punggung riset dan inovasi gambut di Laboratorium Tanah Terapan (Laboratory of Applied Soil) adalah Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR).

Alat FTIR ini merupakan hibah dari proyek kerja sama internasional ACIAR – RMIT tahun 2022-2024. ACIAR (Australian Center For International Agricultural Research) dan RMIT (Royal Melbourne Institute of Technology) bekerja sama dalam proyek penelitian di Indonesia, khususnya terkait restorasi lahan gambut dan pengelolaan kebakaran hutan, sebagai bagian dari inisiatif ACIAR untuk mendukung ketahanan pangan dan lingkungan di Kalimantan Tengah melalui kolaborasi dengan berbagai lembaga di Indonesia, yakni BRIN, Universitas Indonesia (UI), dan Universitas Palangka Raya (UPR).

Sekretaris PPIIG UPR, sekaligus sebagai Koordinator Laboratorium Tanah Terapan, Dr. Zafrullah Damanik, menjelaskan bahwa kehadiran FTIR memberikan dimensi baru dalam pemahaman struktur molekul, baik pada sampel padat, cair, maupun gas. Teknologi menggunakan FTIR ini memungkinkan peneliti untuk mengidentifikasi dan mengarakterisasi senyawa kimia berdasarkan gugus fungsionalnya dengan akurasi tinggi.

“Alat ini sangat serbaguna. Tidak hanya untuk riset tanah gambut, tetapi juga sangat berguna di bidang farmasi, polimer, makanan, forensik, hingga ilmu material. Kami menggunakannya untuk menguji kualitas bahan, mendeteksi kontaminan, serta memahami reaksi kimia secara mendalam,” ujar Dr. Zafrullah.

Mendukung Output Riset dan Inovasi Kampus

Pemanfaatan instrumen canggih di Laboratorium Tanah Terapan ini telah memberikan dampak nyata bagi civitas akademika UPR. Hingga saat ini, penggunaan alat tersebut telah menghasilkan:

  • Publikasi Ilmiah: Berbagai artikel penelitian telah terbit di jurnal nasional terakreditasi maupun internasional bereputasi.
  • Kekayaan Intelektual: Peningkatan perolehan Hak Cipta dan Kekayaan Intelektual (HKI) dari inovasi berbasis riset.
  • Kompetensi Mahasiswa: Mahasiswa mendapatkan akses langsung ke teknologi mutakhir, memperkuat budaya riset sejak dini.

Direktur PPIIG Universitas Palangka Raya, Hendrik Segah, Ph.D menekankan bahwa penguatan laboratorium ini sejalan dengan target strategis UPR untuk menjadi kampus yang unggul di masa kini dan masa depan. Fokus utama tetap pada pengembangan kompetensi mahasiswa serta penguatan inovasi berbasis ekosistem gambut yang menjadi ciri khas Kalimantan Tengah.

Dengan adanya teknologi FTIR dan fasilitas laboratorium yang mumpuni, PPIIG UPR berkomitmen untuk terus menjadi garda terdepan dalam solusi inovatif bagi permasalahan lingkungan dan pengembangan potensi sumber daya alam gambut secara berkelanjutan.

By PPIIG