Palangka Raya, 3 Februari 2026 – Pusat Pengembangan IPTEK dan Inovasi Gambut (PPIIG) Universitas Palangka Raya (UPR) sukses menyelenggarakan In-House Training Survey Topografi melalui kolaborasi strategis dengan PT Sumitomo Forestry Indonesia (SFI). Kegiatan yang berlangsung selama 2 hari, yakni pada 2-3 Februari 2026 di Gedung PPIIG UPR ini dirancang khusus untuk menjembatani teori akademis dengan kebutuhan praktis di sektor industri kehutanan.
Pelatihan ini bertujuan memberikan pemahaman komprehensif mengenai teori dan praktik survey topografi guna mencetak tenaga lapangan yang mampu melakukan survey secara mandiri dengan hasil data yang berkualitas. Selama dua hari, sebanyak 10 peserta yang terdiri dari 4 karyawan PT Sumitomo Forestry Indonesia (SFI) dan 6 karyawan PT Wana Subur Lestari (WSL) mengikuti serangkaian materi intensif.

Kolaborasi Pakar Multidisiplin
Untuk memastikan kualitas materi, pelatihan ini dipandu oleh tiga pakar kompeten dari berbagai disiplin ilmu di Universitas Palangka Raya:
- Hendrik Segah, S.Hut., M.Si., Ph.D., IPU (Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian UPR)
- Desi Riani, S.T., M.T. (Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik UPR)
- Ferdinandus, S.T., M.T. (Jurusan Pertambangan, Fakultas Teknik UPR)


Metode Blended Learning dan Capaian Peserta
Direktur PPIIG UPR, Hendrik Segah, Ph.D., menjelaskan bahwa pelatihan ini menerapkan metode blended learning yang mengombinasikan pemahaman konseptual dan keterampilan teknis melalui tiga tahapan utama:
- Sesi Ruang Kelas: Pemaparan dasar-dasar teori pemetaan, sistem koordinat, dan fungsi topografi dalam tata kelola lahan gambut.
- Sesi Praktik Lapangan: Demonstrasi dan penggunaan alat survey canggih seperti Total Station dan GNSS untuk pengambilan data lapangan secara riil.
- Sesi Analisis: Proses pengolahan data mentah menjadi peta topografi yang siap digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan manajerial di perusahaan.
Setelah menyelesaikan total 12 jam pelajaran, seluruh peserta dinyatakan memenuhi syarat (lulus) dan berhak menerima sertifikat pelatihan. Para peserta merupakan staf lapangan yang memiliki potensi besar dalam mendukung kegiatan operasional survey topografi di wilayah kerja masing-masing.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap para peserta tidak hanya memahami alat, tetapi juga memiliki ketajaman analisis dalam mengolah data topografi yang akurat untuk mendukung pengelolaan hutan berkelanjutan,” ujar Hendrik Segah.
Kegiatan ini menegaskan komitmen PPIIG UPR dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia di sektor industri melalui inovasi teknologi dan keahlian akademis.


